Bimtek Kepala Madrasah
BIMTEK KEPALA MADRASAH OKE
Oleh : Aan Choirul Anam
Senin tanggal 2 Maret 2020, aku mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Kepala
Madrasah se-Tulunggagung yang diadakan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU
Tulungagung di Kampus II STAI Diponegoro Bendosari Ngantru. Kegiatan ini diikuti hampir semua
kepala madrasah yang ada di kabupaten Tulungagung. Kegiatan Bimtek
diselenggarakan selama 4 hari mulai Senin 2 Maret sampai Kamis 5 Maret 2020
dengan nara sumber Lokal dari IAIN Tulungagung dan Pengurus LP Ma’arif NU
Tulungagung serta nara sumber dari Pusdiklat PW LP Ma’arif NU Jatim dan Widyaiswara BDK Surabaya. Di
hari pertama Bimtek aku harus disibukkan dengan perjalanan antar kabupaten yang
muter dari rumahku yang ada di desa Campurdarat kemudian ke desa Kamulan
Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek
untuk mengantarkan obat dan tugas anak sulungku yang mondok di Pondok
Pesantren Al Anwar Haromain disana.
Perjalanan ku mulai dari rumah pukul 06.00 ku lajukan sepeda montorku
melalui jalanan beraspal yang penuh lubang menerobos hamparan sawah dan
perumahan kampung yang berjajar rapi di tepi jalan, jalan berkabut dan hawa
dingin kuterjang untuk menunaikan kewajiban sebagai orang tua dan kepala
madrasah untuk menjenguk anak dan mengikuti Bimtek untuk meningkatkan
kompetensiku. Sampai di Pondok ku temui anakku kuberikan obat dan tugasnya
kemudian kulanjukan perjalanan ke Ngantru untuk mengikuti Bimtek yang jarak
perjalanannya hampir 70 km.
Jam menunjukkan pukul 07.10 aku sampai di lokasi Bimtek, sudah
banyak teman kepala madrasah yang datang dengan wajah yang berseri-seri dan
pakaian yang rapi siap untuk dididik dan dilatih kemampuan mengelola madrasah
agar lebih maju lagi. Panitia menyampaikan pengumuman agar para peserta segera
registrasi peserta, menerima kelengkapan Bimtek dan segera masuk ke aula di
lantai 2 untuk persiapan acara pembukaan. Di aula aku bertemu dengan pak
Slamet, Pak Badi’, Pak Najib, Pak Arifin, Pak Mahrus dan kepala madrasah
lainnya, suasana sangat akrab dengan guyonan-guyonan khas Tulungagung membuat
aula menjadi gayeng. Kegiatan seperti Bimtek atau pelatihan ini sangat ditunggu
karena jarang diadakan apalagi pesertanya kepala madrasah. Bertemunya kepala
madrasah dalam satu kabupaten seakan sebagai obat rindu dan untuk menjalin
silaturahmi karena bapak ibu kepala madrasah jarang bertemu apalagi jarak antar
madrasah yang berjauhan dan tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung Jam 09.00 kegiatan Bimtek dimulai dengan
pembukaan secara resmi oleh kepala Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung Bapak
Drs.H. Ngudiono, M.Ag, MM. Peserta Bimtek berjumlah 130 dibagi dalam 3 kelas
yaitu kelas A, B dan C, sangat kebetulan aku berada di kelas A bersama pak Badi’,
pak Agus, pak Najib dan pak Mahrus yang di wali kelasi pak Suryadi serta
diketua kelasi Pak Slamet. Materi di hari pertama kepemimpinan perubahan dengan
nara sumber Dr. Abdul Aziz, M.pd.I sangat membuka cakrawala kepala madrasah
agar tidak alergi dengan perubahan dan tantangan yang semakin besar sehingga
diperlukan langkah-langkah strategis. Dan materi ke dua tentang Orientasi
Program membuat peserta bimtek lebih memahami tentang program-program unggulan
yang dapat dikembangkan di madrasah.
Hari kedua bimtek Selasa 3 Maret 2020, aku berangkat pukul 06.30 di
sepanjang jalan bertemu dengan rombongan siswa siswi SMA, SMK dan MA yang
mengendarai sepeda motor memenuhi jalan sehingga laju sepeda motorku berjalan
dengan tersendat-sendat. Pukul 07.20 aku sampai di lokasi bimtek, sepeda motor
ku parkirkan di tempat yang teduh karena setiap siang hujan turun dengan lebat
di daerah Ngantru dan sekitarnya. Menunggu jam 07.45 waktu masuk kelas aku
ngobrol dan bercengkrama dengan teman-teman kepala madrasah bercerita tentang
perjalanan menuju lokasi Bimtek ternyata teman-teman jarak rumah lebih jauh
lagi ada yang dari Kecamatan Rejotangan (ujung timur Tulungagung), Kecamatan
Bandung (Ujung barat Tulungagung), Kecamatan Kalidawir (ujung selatan
Tulungagaung) sementara lokasi Bimtek di Kecamatan Ngantru (ujung utara
Tulungagung). Pukul 08.00 Materi pertama hari yang kedua Supervisi Guru dan
Tenaga Kependidikan di mulai, pada materi ini nara sumber Dr. M.Amin Hasan,
M.Pd pemateri yang masih muda dan penuh semangat membawa kami peserta Bimtek
lebih semangat lagi mengikuti bimtek dengan menyampaikan materi secara
sistematis dan studi kasus sehingga membuat kepala madrasah menjadi tahu dan
paham pentingnya supervisi bagi kemajuan madrasah. Setelah Ishoma memasuki
materi ke dua tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang juga disampaikan Dr. Amin dengan
bahasa yang mudah dipahami dan guyonan ala Sidoarjoan membuat peserta Bimtek
semakin semangat dan paham ternyat PKB merupakan kegiatan yang sangat penting
dalam menentukan langkah kebijakan dalam memajukan madrasah. Dilanjutkan materi
ke tiga tentang Orientasi Ke NU an membuat peserta bimtek mengetahui
ancaman-ancaman faham radikal yang harus diwaspadai dalam madrasah.
Rabu, 4 Maret 2020, Hari ke tiga bimtek, aku berangkat pukul 06.45
untuk menghidari rombongan siswa siswi SMA, SMK dan MA berangkat sekolah,
perjalanan agak lengang tapi laju sepeda motorku juga tidak dapat berjalan lancar
karena banyak mobil truk yang ada di jalan raya. Pukul 08.05 aku sampai di
lokasi bimtek memang terlambat kalau melihat jadwal, tetapi Alhamdulillah tidak
terlambat mengikuti materi pertama Pengelolaan sumber daya madrasah belum
dimulai karena nara sumbernya pun juga terlambat hadir. Materi Pengeloalaan
sumber daya madrasah oleh Dr. Muhtarom, M.Ag disampaikan dengan metode diskusi
kelompok dan dipresentasikan ke depan membuat peserta bimtek menjadi semangat
karena kepala madrasah dapat sharing permasalahan yang ada di madrasahnya
apalagi persentase dari kelompok 4 tentang pengembangan keuangan yang disampaikan bapak H. Mahrus Ali kepala
MI Mamba’ul Ulum Rejotangan dengan murid
540 siswa dapat mengembangkan keuangan dengan baik melalui pengembangan
kewirausahaan tanpa bergantung pada bantuan pemerintah, pengembangan keuangan
madrasah melalui warung dan Bank Madrasah dengan keuntungan bersihnya mampu
membuat madrasah dapat membangun gedung, perluasan lahan dan peningkatan
kesejahteraan tenaga pendidik dan pendidikan sehingga madrasah mandiri. Setelah
ishoma materi kedua tentang Penguatan kompetensi kepribadian dan sosial oleh
Dr. Asy’aril Muhajir, M.Ag menyampaikan kompetensi-kompetensi yang harus
dimiliki oleh kepala madrasah tetapi yang paling utama adalah kopetensi
kepribadian dan sosial, kemampuan kepala madrasah untuk mempunyai kepribadian
yang baik dan mampu berinteraksi dengan baik dengan masyarakat serta kepala
madrasah harus mempunyai kompetensi intelektual dan kompetensi spiritual.
Materi bimtek ke tiga, materi Literasi digital dengan nara sumber Dr.Ngainun
Naim, M.HI, nara sumber muda, penuh semangat dan menyampaikan materi dengan
ringan , santai diselingi guyonan segar membawa peserta bimtek menjadi melek
dan tidak jenuh dijam-jam sore yang melelahkan. Dr. Naim menyampaikan materi
disertai pengalaman beliau yang dapat keliling Indonesia bahkan ke beberapa
Negara berkat dari karya tulisan dan bukunya. Kemampuan menulis dapat
menguntungkan dan menyehatkan, menulis dapat menghilangkan stress dan dapat menyalurkan kreatifitas,
imajinasi. Literasi digital dari
membaca sampai berkarya adalah hal yang sangat penting dikembangkan di madrasah.
Kamis, 5 Maret 2020, Hari ke empat bimtek, materi jam pertama
Pengembangan madrasah berdasarkan 8 SNP dengan nara sumber Dr. Widayanto, M.Pd,
nara sumber yang ceria penuh dengan guyonan diselingi dengan menyayikan
lagu-lagu permainan. Materi disampaikan dengan ringan, guyonan membuat dan
serius peserta bimtek menjadi semangat, ceria dan semangat. Kepala madrasah
menjadi memahami bahwa pengembangan madrasah harus didasarkan pada 8 standar
yang harus dipenuhi untuk menjadi madrasah maju. Setelah ishoma, materi ke dua
Pengembangan kewirausahaan oleh Dr. Sholikin, M.Ed pemateri yang serius dan
sistematis diselingi gurauan dalam menyampaikan materi. Dari materi yang disampaikan peserta bimtek
dapat memahami usaha-usaha kewirausahaan yang dapat dikembangkan di madrasah
sehingga madrasah dapat mandiri tanpa bergantung dari dana pemerintah. Bimtek selama 4 hari sangat
bermanfaat bagi kepala madrasah dalam usaha mengembangkan madrasah menjadi
lebih baik lagi dan kepala madrasah harus terus mengasah dan meningkatkan kompetensinya
sehingga madrasah dapat bersaing di era global. Dan dengan penyegaran ilmu dan
pengetahuan baru mampu menjadi motivasi kepala madrasah untuk menjadikan
madrasah sebagai sekolah unggulan, sekolah pilihan dan sekolah berprestasi.
Semoga Bimtek Peningkatan Kompetensi kepala madrasah ini bermanfaat dan dapat
benar-benar meningkatkan kompetensi kepala madrasah sehingga madrasah menjadi
maju dan berkembang… Aamiin

Semoga ada BIMTEK lain yang dapat meningkatkan kompetensi kepala madrasah sehingga dapat memajukan pendidikan di madrasah...
BalasHapus